Tutorial Pengertian Sintaks Dasar PHP dan Perbedaan Fungsi Echo (), Print() dan Printf () di PHP

22 September 2019 by Maressa Anastasya
Pengertian Sintaks Dasar PHP dan Perbedaan Fungsi Echo (), Print() dan Printf () di PHP

Pada ulasan sebelumnya sudah dibahas tentang membuat program hello_world.php dengan kode:

 

Itu adalah contoh program php yang sangat sederana. Program ini hanya berguna untuk menampilkan teks Hello World. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan dan apakah echo serta mengapa harus ditulis seperti itu?.

Jika memang anda masih pemula dalam belajar pemrograman, mungkin beberapa hal tersebut akan anda pertanyakan dan ini sangatlah wajar. Untuk menjawab semua pertanyaan tersebut, silahkan simak ulasan dari kami kali ini tentang pengertian sintaks dasar PHP serta perbedaan dari fungsi echo, print dan juga printf pada PHP.

Struktur Pogram PHP Mendasar

Berikut ini merupakan bentuk paling mendasar dari program PHP:

Keterangan

  • karena sebetulnya ini bersifat opsional. Tutup program diperlukan ketika anda menggabungkan kode PHP dengan HTML.

    Menulis Kode HTML dan PHP

    Ketika anda menulis kode PHP dalam HTML, maka sangat wajib untuk membuat tutup program seperti contoh berikut ini:

    Perhatikan contoh diatas dan yang akan terjadi ketika anda menghapus tutup PHP (?>) tentunya akan membuat program error. Hal lain yang harus anda ingat, PHP yang ditulis dalam HTML, filenya harus disimpan dengan ekstensi .php dan bukan .html meski isinya adalah HTML dan PHP.

    Selain itu, bisa juga ditulis sepeti dibawah ini:

    Untuk yang ini tidak bisa ditutup sebab kode HTML ditulis di dalam sintak PHP.

    Penulisan Statement Serta Ekspresi

    Statement dan ekspresi merupakan instruksi yang diberikan ke komputer dan masing masing statement serta ekspresi di PHP harus diakhiri dengan titik koma (;) seperti contoh berikut ini:

    Jika anda lupa untuk menuliskan titik koma, maka akan membuat program tersebut error.

     

    Aturan Penulisan Case PHP

    PHP merupakan bahasa pemrograman bersifat case sensitive. Ini artinya huruf besar atau kapital serta huruf kecil akan dibedakan seperti contoh berikut ini:

    Variabel $nama dan juga $NAMA merupakan dua variabel berbeda dan tidak sama. Penulisan huruf besar dan juga kecil pada program harus sangat diperhatikan karena bisa mengakibatkan error jika anda salah menulisnya seperti contoh berikut ini:

    $umur = 19;

     

    echo "Umur saya adalah $Umur";

    Pada kode diatas dibuat variabel $umur memakai huruf kecil dan ketika memakai variabel menggunakan $Umur dan inilah yang kemudian menyebabkan error.

    Untuk menghindari masalah ini, anda harus konsisten dalam penamaan variabel dan juga konstanta. Pakai nama variabel dengan menggunakan huruf kecil saja serta konstanta dengan huruf kapital seperti contoh berikut ini:

    const INI_KONSTANTA = 123;

    $ini_variabel = 23;

    $iniJugaVariabel = 49;

    Pada contoh diatas ada huruf kapital di $iniJugaVariabel yang disebut dengan camelCase.

    Apabila variabel terdiri dari dua atau lebih suku kata, maka anda bisa memisahkannya dengan huruf kapital atau juga bisa memakai garis bawah [underscore].

     

    Penulisan Komentar di PHP

    Komentar merupakan bagian yang tidak dieksekusi komputer. Umumnya ini dipakai untuk keterangan, penjelasan dan juga dokumentasi kode program. Komentar di PHP sendiri bisa ditulis dalam dua cara, yakni:

    • Memakai tanda // untuk komentar dalam satu baris.
    • Memakai tanda /* untuk komentar dengan jumlah lebih dari satu baris.

    Berikut ini adalah contohnya:

     

 

Penulisan Blok Program

Blok program adalah kumpulan statement serta ekspresi. Blok program pada PHP dibungkus dengan kurung kurawal { ... } seperti contoh berikut ini:

if ($umur > 18){

    echo "Kamu sudah dewasa";

    echo "Selamat datang";

    echo "Kamu boleh minum kopi";

}

Program diatas merupakan contoh blok kode if yang berisi tiga buah statement.

 

Perbedaan Fungsi Echo(), Print () dan Printf() di PHP

PHP mempunyai beberapa fungsi untuk mencetak teks ke dalam layar, yakni:

  • Fungsi echo ().
  • Fungsi print ().
  • Fungsi printf().

Semua fungsi ini akan sering anda pakai dalam pemrograman PHP dan berikut akan kami jelaskan apa perbedaan dari ketiga fungsi tersebut.

  1. Fungsi echo()

Fungsi dari echo() merupakan fungsi untuk menampilkan teks ke dalam lyar. Fungsi ini bisa dipakai dengan tanda kurung atau tanpa memakai tanda kurung seperti contoh berikut ini:

Nantinya, hasilnya akan seperti ini:

Fungsi echo() tidak akan berguna untuk mengembalikan apapun sesudah dieksekusi dan hanya berfungsi untuk menampilkan teks saja.

  1. Fungsi print()

Fungsi dari print() sama seperti echo() dan dipakai juga untuk memunculkan teks ke dalam lyar. Fungsi print() juga dapat dipakai tanpa tanda kurung.

Perbedaannya dengan echo() adalah:

  • Fungsi print() akan selalu mengembalikan nlai 1 ketika dieksekusi, sementara echo() tidak akan mengembalikan apapun.
  • Fungsi print() hanya bisa diberikan satu parameter, sementara echo() bisa diberikan lebih dari satu.

Berikut adalah contohnya:

Nantinya, hasilnya akan seperti gambar dibawah ini:

Jika anda membuat variabel kemudian mengisinya dengan fungsi print() seperti $cetak = print("Hello World!"), maka variabel $cetak bernilai 1. Jika anda memberikan dua parameter ke fungsi print(), maka error akan terjadi.

print("Hello", "World"); // <-- ini akan error

Berikut adalah percobaan pada console PHP:

 

Menggabungkan String atau Teks Pada PHP

Pada fungsi echo(), anda akan menggabungkan teks atau string dengan menambahkan sebagai argumen yang dipisah dengan tanda koma. echo "Ini ", "teks ", "yang ", "dibuat ", "terpisah.".

Selain memakai cara ini, anda juga bisa melakukannya memakai tanda titik (.). Titik ini merupakan operator untuk menggabungkan dua teks pada PHP dan tidak memakai simbol plus (+) sebab simbol plus dipakai untuk penjumlahan dan bukan untuk menggabungkan string.

echo "1" + "1"; // akan menghasilkan 2

echo "1" . "1"; // akan menghasilkan 11.

Berikut adalah contohnya:

Nantinya, hasilnya akan seperti gambar dibawah ini:

  1. Fungsi printf() untuk Formatting Teks

Fungsi printf() adalah untuk membuat format teks atau string yang akan mengembalikan panjang teks ketika dieksekusi. Umumnya, saat anda memakai fungsi echo, maka anda akan menuliskan seperti dibawah ini:

$txt = "petanikode.com";

echo "Aku belajar pemrograman PHP di " . $txt . "
";

Jika anda ingin memakai fungsi printf(), maka anda bisa melakukannya seperti berikut ini:

$txt = "petanikode.com";

printf("Aku belajar pemrograman PHP di %s
", $txt);

Simbol %s merupakan placeholder untuk teks atau string. Selain itu, ada juga simbol simbol lainnya, yakni:

  • %d untuk bilangan desimal atau integer.
  • %f untuk pecahan atau float.
  • %b untuk boolean.

Salah satu yang harus anda coba adalah %f sebab ini bisa mengatur cara bilangan ditampilkan.

 

sumber : https://www.petanikode.com

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.
Bidang yang harus diisi ditandai *

WhatsApp
IDprogrammer
IDprogrammer
Office

Kota Malang
- Jl. Laksda Adisucipto G.22 (Graha Cipta Residence Blok B.5)

Blitar
- Jl. Jendral Sudirman, Kecamatan Ponggok / Ruko Pojok No 8, Kab Blitar

About Us
IDprogrammer merupakan perusahaan IT yang fokus melayani jasa pembuatan Website dan Aplikasi Profesional
Office

Kota Malang
- Jl. Laksda Adisucipto G.22 (Graha Cipta Residence Blok B.5)

Blitar
- Jl. Jendral Sudirman, Kecamatan Ponggok / Ruko Pojok No 8, Kabupaten Blitar

About Us
IDprogrammer merupakan perusahaan IT yang fokus melayani jasa pembuatan Website dan Aplikasi Profesional
© Copyright 2019 IDprogrammer. All rights reserved.